INVESTMENT ANALYSIS OF THE CORRUGATED BRIDGE CONSTRUCTION FOR AN EFFICIENCY COST OF HAULING OVER BURDEN (STUDY CASE PT. BERAU COAL)
Abstract
ABSTRACT
Mining activities at Pit C2HS, PT. Berau Coal continues to shift which causes the hauling distance between the front loading overburden (OB) and the disposal become further away resulting in an increase in operating costs. The only alternative solution that can be done to shorten the hauling distance is by building a new access road and bridge construction that crosses the Sambarata river. The efficiency cost resulting from the reduction of the overburden hauling distance with the construction of this bridge must be greater than the cost of constructing the bridge itself. The payback period must be less than 2.5 years considering the mining concession permit granted by the government of the Republic of Indonesia to PT. Berau Coal only until 2025. Therefore, investment decisions must go through a comprehensive analysis of economic parameters so that the decision-making process is correct. Capital Budgeting is used to evaluate the financial feasibility of the project, including sensitivity analysis of several economic parameters. It is also carried out to determine what parameters have a significant impact on the project's economy.
ABSTRAK
Aktivitas penambangan di pit C2HS, PT. Berau Coal terus bergeser yang menyebabkan jarak angkut antara area penggalian lapisan penutup atau overburden (OB) dengan area pembuangan semakin jauh sehingga menyebabkan peningkatan biaya operasional. Satu-satunya alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk memperpendek jarak angkut adalah dengan membangun jalan akses baru dan pembangunan jembatan yang melintasi sungai Sambarata. Efisiensi biaya dikarenakan pengurangan jarak angkut lapisan penutup dengan pembangunan jembatan ini harus lebih besar dari biaya pembangunan jembatan itu sendiri. Payback period harus kurang dari 2,5 tahun mengingat izin pengusahaan pertambangan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada PT. Berau Coal hanya sampai tahun 2025. Oleh karena itu, keputusan investasi harus melalui analisis parameter ekonomi yang komprehensif agar proses pengambilan keputusan tepat. Penganggaran modal digunakan untuk mengevaluasi kelayakan finansial proyek, termasuk analisis sensitivitas beberapa parameter ekonomi. Hal ini juga dilakukan untuk menentukan parameter apa yang memiliki dampak signifikan terhadap keekonomian proyek.