ANALISIS DAMPAK EKONOMI KEBERADAAN OBJEK WISATAHIUTUTUL(RHINCODON TYPUS) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKATLOKALDIKAMPUNG TALISAYAN

Main Article Content

Ma'ruf

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak ekonomi keberadaan ekowisata Hiu Tutul terhadap pergeseran mata pencaharian dan tingkat kesejahteraan masyarakat di Kampung Talisayan, KabupatenBerau. Ekowisata berbasis masyarakat ini telah merestrukturisasi tatanan ekonomi lokal, di mana warga beralihatau melakukan diversifikasi dari sektor perikanan tradisional menuju sektor jasa pariwisata. Penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 30 informan (nelayan bagang, motoris, pelaku usaha mikro, Pokdarwis, dan pemerintah kampung). Analisis data dilakukan secara interaktif (reduksi, penyajian, danpenarikan kesimpulan), yang diperkaya dengan rekapitulasi penilaian skala skor 1–5. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa wisata Hiu Tutul memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan yang sangat positif (skor rerata variabel >4,2). Terbukanya lapangan kerja baru, bertumbuhnya unit usaha mikro, dan terbentuknyasimbiosisme ekonomi (seperti kompensasi langsung Rp 300.000–Rp 500.000 per trip ke bagang) mampumeningkatkan pendapatan warga secara signifikan menjadi Rp 2 juta–Rp 5 juta per bulan, menjamin biayapendidikan, serta memperbaiki aset tempat tinggal. Namun, terdapat tantangan struktural berupa kebocoranekonomi (leakage) akibat kawasan laut terbuka dan fasilitas penunjang (toilet, pusat informasi) yang masihperlu ditingkatkan (skor 3,0–3,6). Kehadiran peneliti mahasiswa UM Berau turut berperan sebagai fasilitator transfer pengetahuan dalam mengedukasi literasi keuangan dan tata kelola pariwisata. Disimpulkan bahwawisata Hiu Tutul berpotensi menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan apabila regulasi lintas wilayahdankapasitas kelembagaan komunitas terus diperkuat.

Article Details

Section
Articles

References

BPS Kabupaten Berau. (2025). KecamatanTalisayan Dalam Angka 2025. Berau: BadanPusat Statistik. Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., &Wanhill, S. (2018). Tourism: Principles andPractice (6th ed.). Harlow: PearsonEducation.

Volume 10 Nomor 1, April 2026. Hal. 118Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2013). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan

Republik Indonesia Nomor 18/KEPMEN- KP/2013 tentang Penetapan Status

Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus

(Rhincodon typus). Jakarta. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A

Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand

Oaks: SAGE Publications. Murphy, P. E. (1985). Tourism: A Community

Approach. New York: Routledge. Purnomo, S., et al. (2023). "Analisis Multiplier

Effect Pariwisata Terhadap Ekonomi

Masyarakat Pesisir di Kalimantan Timur." Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah. Scott, J. C. (1976). The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in

Southeast Asia. New Haven: Yale University

Press. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan

Destinasi Pariwisata: Consep dan

Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava

Media.