https://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/issue/feedURPlan Journal2026-02-21T20:12:30+08:00Dwi Fitrianingsihdwifitri@umberau.ac.idOpen Journal Systems<p><strong data-start="112" data-end="167">URPlan Journal: Urban and Regional Planning Journal</strong> merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan telaah kritis di bidang perencanaan wilayah dan kota. Jurnal ini menjadi wadah akademik bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mendiseminasikan gagasan serta temuan ilmiah terkait dinamika perkotaan dan kewilayahan.</p>https://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/article/view/1132Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Di Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau2026-02-19T12:27:26+08:00Firda Nurfadillahfirdanurfadillah1@gmail.comWahyu Atiq Widiantorowahyu_atiq@umberau.ac.idDody Wisonoumbdodywisono@gmail.comAgista Aristia Ariniagista_arini@umberau.ac.id<p>Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan kawasan wisata di Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, yang dikenal dengan potensi wisata bahari seperti Danau Labuan Cermin dan keunikan ekosistem pesisirnya. Meskipun potensi tersebut sangat menonjol, pengembangan pariwisata masih menghadapi kendala pada aspek aksesibilitas, infrastruktur, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan. Penelitian menggunakan metode campuran (mix method) dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 68 responden wisatawan, yang ditentukan dari populasi 213 orang dengan perhitungan Slovin tingkat kesalahan 10%. Data dianalisis menggunakan analisa IFAS - EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal utama berupa keunikan daya tarik wisata (skor 4,24), keanekaragaman atraksi, serta partisipasi aktif masyarakat, sedangkan kelemahan terbesar adalah kondisi jalan menuju kawasan, keterbatasan transportasi umum, dan minimnya fasilitas pendukung. Analisis IFAS memperoleh skor 2,82 (kategori kuat) dan EFAS 2,01 (kategori peluang cukup besar), sehingga posisi Biduk-Biduk berada pada kuadran I SWOT, yaitu kondisi dengan kekuatan tinggi dan peluang besar. Hal ini menuntut penerapan strategi agresif untuk mendorong pertumbuhan wisata. Strategi utama yang direkomendasikan meliputi optimalisasi promosi digital dan branding terpadu, pengembangan paket wisata berbasis atraksi dan akomodasi, peningkatan kapasitas SDM lokal, perbaikan infrastruktur aksesibilitas dengan dukungan pemerintah dan swasta, serta integrasi prinsip konservasi lingkungan dan budaya dalam setiap program pengembangan wisata.</p>2025-10-10T00:00:00+08:00Hak Cipta (c) 2026 URPlan Journalhttps://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/article/view/1133Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Program Konservasi Mangrove di Kampung Dumaring, Talisayan 2026-02-19T12:44:21+08:00Wahdaniah Oiza Syativa Syariwahda.niah1040@gmail.comArkamarkam@umberau.ac.idGunawan Wibisonogunawan.wibisono@ykan.or.idDwi Fitrianingsihdwifitria@umberau.ac.id<p>Ekosistem mangrove di Kampung Dumaring, Kabupaten Berau, memiliki peran krusial sebagai pelindung pesisir, namun mengalami kerusakan yang berdampak pada masyarakat. Meskipun telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi seluas 447 ha melalui Peraturan Kampung, partisipasi masyarakat dalam program restorasi cenderung menurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan merumuskan strategi peningkatannya menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, lalu dianalisis dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Weighted Achievement Index (WAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor kunci keberhasilan program. Walaupun kesadaran lingkungan tergolong tinggi, keterlibatan aktif dalam aspek teknis seperti penanaman masih rendah, sementara manfaat ekonomi belum dirasakan secara optimal. Prioritas strategi diarahkan pada peningkatan intensitas program, pelatihan teknis, penguatan kelembagaan lokal, serta pemberian insentif partisipatif. Keberhasilan konservasi sangat bergantung pada penguatan akses kawasan dan integrasi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.</p>2026-02-19T00:00:00+08:00Hak Cipta (c) 2026 URPlan Journalhttps://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/article/view/1134Arahan Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Sebagai Wisata Sejarah Di Kawasan Kota Teluk Bayur 2026-02-19T12:54:53+08:00Hikmal Aditya Akbarhikmaladityaakbar@gmail.comWahyu Atiq Widiantorowahyu_atiq@umberau.ac.idSufriady Syamsufriady_syam@umberau.ac.idArdianti Mayaardiantimaya@umberau.ac.id<p>Kota Tua Teluk Bayur di Kabupaten Berau memiliki warisan budaya kolonial yang signifikan, namun pemanfaatannya sebagai destinasi wisata sejarah belum optimal karena keterbatasan informasi, regulasi zonasi, dan integrasi pelestarian. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan strategis pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan menggunakan pendekatan mixed-method melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan metode IFAS-EFAS dan SWOT untuk memetakan faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan kawasan berada pada posisi strategi agresif, yang berarti memiliki kekuatan internal dan peluang besar untuk dikembangkan. Strategi utama meliputi penguatan ekonomi lokal, pelibatan aktif masyarakat melalui Pokdarwis, peningkatan fasilitas informasi, dan pembentukan kelembagaan pelestarian. Keberhasilan pengembangan kawasan ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah lokal.</p>2026-02-19T00:00:00+08:00Hak Cipta (c) 2026 URPlan Journalhttps://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/article/view/1135Strategi Pengembangan Desa Wisata Pulau Besing, Kabupaten Berau2026-02-19T13:00:42+08:00Sofi Astrianitasofi9astrianita@gmail.comWahyu Atiq Widiantorowahyu_atiq@umberau.ac.idDjufridjufri@umberau.ac.idWahyu Supardiwahyusupardi@umberau.ac.id<p>Desa Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, memiliki potensi wisata alam dan budaya yang signifikan, namun pengembangannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas, rendahnya partisipasi masyarakat, serta pemanfaatan amenitas yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan, serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata Pulau Besing sebagai destinasi yang mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan menggabungkan data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 34 anggota Pokdarwis dan data kualitatif melalui observasi serta wawancara mendalam. Analisis dilakukan menggunakan kerangka 4A (<em>Attraction</em>, <em>Accessibility</em>, <em>Amenity</em>, <em>Ancillary</em>) serta metode SWOT berdasarkan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal desa cukup dominan dengan skor IFAS 3,21, didukung oleh atraksi wisata alam seperti satwa endemik (bekantan, kaluang) dan atraksi budaya lokal (atap nipah, caping). Peluang eksternal juga signifikan dengan skor EFAS 3,18, terutama dari sisi dukungan regulasi dan potensi pasar wisata. Strategi yang dihasilkan meliputi pengembangan paket wisata edukatif berbasis budaya lokal, peningkatan amenitas, pemberdayaan kelembagaan masyarakat, serta penguatan promosi digital dan jejaring kerja sama. Kesimpulannya, pengembangan desa wisata Pulau Besing perlu difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, serta dukungan kelembagaan dan infrastruktur untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.</p>2026-02-19T00:00:00+08:00Hak Cipta (c) 2026 URPlan Journalhttps://www.jurnal-umberau.com/index.php/urplan/article/view/1138PEMODELAN SPASIAL KERENTANAN BANJIR DI KAMPUNG TUMBIT DAYAK2026-02-21T20:12:30+08:00Feni Artanandra Putrifeniarputri23@gmail.comArkamarkam@umberau.ac.idRaelly Harza Wiltianzaharza9d@gmail.comMuhammad Mahfuzh Hudahudamahfuzh@umberau.ac.idAdnani Alpiannoradnani.alpianor@umberau.ac.idMupit Datusahlanmdatusahlan@gmail.com<p>Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan seperti Kampung Tumbit Dayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik banjir di Kampung Tumbit Dayak sebagai dasar pemahaman tingkat risiko yang dihadapi masyarakat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pemodelan spasial, di mana data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi genangan, luas sebaran banjir, serta lama genangan dengan teknik survei lapangan dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Kampung Tumbit Dayak ditandai oleh variasi tinggi genangan antara kategori rendah hingga tinggi dengan sebaran yang cukup luas, serta durasi genangan yang memengaruhi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Karakteristik ini mengindikasikan bahwa wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir, terutama pada area yang berada di dekat aliran sungai dan dataran rendah. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pemahaman karakteristik banjir sangat penting sebagai langkah awal dalam menyusun strategi mitigasi dan adaptasi berbasis spasial untuk mengurangi dampak bencana di tingkat lokal.</p>2025-10-10T00:00:00+08:00Hak Cipta (c) 2025 URPlan Journal